Sabtu, 29 Januari 2011

Aktivitas Gunung Bromo Terus Menurun

Jakarta - Sejak ditingkatkan statusnya pada 23 November lalu, akhirnya Gunung Bromo diturunkan statusnya dari awas menjadi siaga, siang tadi. Dari data yang diperoleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam kurun waktu satu minggu terakhir gunung yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ini terus menunjukkan aktivitas yang cenderung menurun.

Dari data kegempaan yang diperoleh detik.com melalui situs resmi PVMBG, Senin (6/12/2010), tercatat dalam periode 26-29 Nopember 2010 terjadi erupsi secara menerus  yang dicirikan oleh amplituda tremor maksimum 32 mm. Gempa vulkanik yang terjadi selama erupsi sangat dangkal sehingga tidak berkaitan langsung dengan suplay energi di dalam kantong magma. Sejak tanggal 29 November 2010, akitvitas kegempaan menunjukkan penurunan yang siginifikan bila dilihat dari amplituda tremor menerus dari maksimum 32 mm sebelumnya menjadi maksimum 5 mm. Kondisi ini berlangsung stabil sampai tanggal 6 Desember 2010.

Nilai pelepasan energi kegiatan erupsi di permukaan diukur menggunakan indeks RSAM (Realtime Seismic Amplitude Measurement). Indeks RSAM tertinggi pada status awas terjadi pada tanggal 23-29 November 2010. Kemudian sesudahnya mengalami penurunan  secara signifikan.

Untuk sementara itu, dari hasil pengamatan visual pada tanggal 26 - 29 November 2010, pengamatan visual dalam status awas tampak cuaca terang angin sedang condong ke arah barat daya. Kolom erupsi  menunjukan warna kehitaman, tekanan kuat mencapai ketinggian 600-800 meter di atas bibir kawah. Sejak 30 November 2010, pengamatan visual dalam status awas memperlihatkan  cuaca terang, angin tenang condong kearah utara. Kolom erupsi menunjukan warna putih kelabu, tekanan sedang mencapai ketinggian 200-300 meter di atas bibir kawah.

Dari tanggal 25 November-05 Desember 2010 pengukuran deformasi EDM antara dua titik ukur POS-BAT dan POS-BRO menunjukan pemanjangan dan POS-KUR menunjukan pemendekan. Deformasi yang terjadi  sangat berkaitan dengan proses pengempisan tubuh G. Bromo atau pelepasan energi sudah mulai berkurang secara berarti.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, deformasi, dan potensi bahaya erupsi maka status kegiatan G. Bromo diturunkan dari awas (Level 4) menjadi siaga (Level 3) sejak 6 Desember 2010 pukul 12.45 WIB.

Meskipun status sudah diturunkan PVMBG tetap memberikan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar